REFERENSI PADA SURAH AT-TIN
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ ﴿١﴾
Yang diacu oleh kata التِّينِ adalah pohon bodhi atau budha yaitu tempat sidharta gautama mendapatkan penerangan atau wahyu. Dalam tafsir al-Maraghi menurut Imam Muhammad Abduh “Tin” yang di maksud adalah pohon tempat Nabi Adam bernaung tatkala di surga. Al-Maragi menjelaskan bahwa Allah bersumpah dengan masa Tin Nabi Adam-bapak manusia. Yaitu zaman ketika nabi Adam dan istrinya menutupi tubuhnya dengan daun dari pohon Tin tersebut. Hal ini seraya dengan pendapat yang dicantumkan Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Dzilalil Qur’an bahwa tin yang dimaksud mengandung isyarat yang menunjuk kepada pohon Tin tempat nabi Adam dan istrinya (Hawa) pergi mengambil daun-daun dari pohon tersebut untuk menutupi kemaluannya di surga yang mereka tempati sebelum turun ke kehidupan manusia. Namun sebagian mufassir menyatakan bahwa attin adalah tempat tinggal nabi Nuh a.s. yaitu Damaskus yang banyak tumbuh pohon Tin. Sedangkan yang diacu oleh kata الزَّيْتُونِ adalah baitul maqdis (Yerussalem) yang banyak tumbuh zaitun.
وَطُورِ سِينِينَ ﴿٢﴾
Yang dimaksud kata طُورِ سِينِينَ adalah bukit Tursina tempat nabi Musa a.s menerima wahyu.
وَ هَـٰذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ ﴿۳﴾
Yang dimaksud frase هَـٰذَا الْبَلَدِ adalah kota Mekkah.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ﴿٤﴾
Kataالْإِنسَانَ yang dimaksud oleh ayat ini menurut Al-Qurthubi adalah manusia yang durhaka kepada Allah. Pendapat ini ditolak oleh banyak pakar tafsir dengan alasan lain diantaranya yaitu adanya pengecualian yang ditegaskan oleh ayat berikutnya yang artinya “kecuali orang-orang yang beriman.” Oleh karena itu, manusia yang dimaksud oleh ayat ini adalah jenis manusia secara umum, mencakup yang mukmin maupun yang kafir. Bahkan Bint al-Syati merumuskan bahwa semua kataالإنسان dalam Al-qur’an yang berbentuk definit yaitu dengan menggunakan kata sandang ال berarti menegaskan jenis manusia secara umum, mencakup siapa saja (M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an Volume 15 Juz ‘Amma, Lentera Hati, Jakarta, 2002, h. 377-378).
Firman Allah “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia” ini adalah jawaban Qasam (sumpah), yang dimaksud dengan Al-Insān (manusia) adalah orang kafir. Ada yang mengatakan ia adalah Al-Walid bin Al-Mughirah. Ada yang mengatakan Kaladah bin Asid, atas dasar inilah ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan. Ada yang mengatakan yang dimaksud dengan Al-Insān (manusia) adalah Nabi Adam as. dan keturunannya.
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ ﴿٥﴾
Kata هُ yang terdapat dalam lafadz رَدَدْنَاهُ adalah referensi anaforik yg antesedennya adalah kata الْإِنسَانَ (manusia).
إِلَّا الَّذِ ينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ ﴿٦﴾
Kata الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ menurut Quraish Shihab dalam tafsir “Al-Misbah” menyatakan bahwa manusia yang beriman dan beramal shaleh dikecualikan dari kejatuhan ke tempat yang serendah-rendahnya itu karena ia mempertahankan kehadiran iman dalam kalbunya dan beramal shaleh dalam kehidupan sehari-harinya.
kata ‘amal dalam bahasa Alqur’an mencakup segala macam perbuatan yang dilakukan dengan sengaja dan mempunyai tujuan tertentu, walau hanya dalam bentuk niat atau tekad. Atau penggunaan daya-daya manusia baik daya fisik, pikir, kalbu, dan hidup. Amal yang diterima dan dipuji oleh Allah swt. disebut amal shaleh dan orang-orang yang mengerjakannya dilukiskan dengan kalimat .عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
Kata الصَّالِحَات adalah berbentuk jamak dari kata الصَّالِحَ atau baik. Suatu amal menjadi الصَّالِحَ adalah yang memenuhi pada dirinya nilai-nilai tertentu sehingga ia dapat berfungsi sesuai dengan tujuan kehadirannya.
Sedangan kata هُمْ yang terdapat dalam lafadz فَلَهُمْ adalah referensi anaforik yang antesedennya adalah kata الَّذينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ (orang-orang yang beriman dan beramal shaleh)
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ ﴿٧﴾ أَلَيْسَ اللَّـهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ ﴿٨﴾
Yang diacu oleh dhomir كَ dalam kalimat يُكَذِّبُكَ adalah Nabi Muhammad SAW. Sedangkan yang diacu oleh kata اَلدِّيْنِ dalam ayat tersebut yaitu hari pembalasan (hari kiamat).
Komentar
Posting Komentar